by

10 Perusahaan Terbesar di Korea Selatan

-Lifestyle-71 views

Sebagai ekonomi terbesar keempat di Asia, Korea Selatan merupakan pemain utama di antara negara eksportir utama dunia.

Menurut Bank Dunia, ekspor menyumbang 53% ekonomi Korea Selatan di 2011. Itu merupakan salah satu peringkat tertinggi secara global dan jauh lebih tinggi dibanding ekonomi terbesar kedua dunia, China dengan 29%. Tahun lalu, ekspor China tumbuh 19%.

Berkat melesatnya jumlah ekspor negaranya, 10 perusahaan ini memiliki kapitalisasi pasar terbesar di Korea Selatan. Kesepuluhnya terdaftar di Korea Composite Stock Price Index, KOSPI. Sebagian besar perusahaan ini terkenal secara global, tapi ada juga yang tidak begitu dikenal di luar Asia.


10. SK Hynix
Kapitalisasi pasar: US$ 16,4 miliar (Rp 155,8 triliun)
Price-Earnings Ratio (Rasio P/E): NA

SK Hynix yang dulu dikenal sebagai Hynix Semiconductor merupakan produsen chip memori terbesar kedua di dunia. Perusahaan ini didirikan pada 1983 dan mengubah namanya jadi SK Hynix setelah SK Telecom membeli 21% sahamnya seharga US$ 2,98 milyar Februari silam.

Meski SK Hynix termasuk nama paling terkemuka di bisnis semikonduktor, perusahaan ini mencatat kerugian triwulan untuk ketiga kalinya pada April. SK Hynix merugi US$ 227,8 juta karena melambatnya penjualan komputer memangkas harga chip.

Saham SK Hynix anjlok hampir 11% dalam 12 bulan terakhir hingga 10 Juli 2012. Para analis pasar masih menilai positif saham SK Hynix. Menurut Reuters, 26 dari 46 analis yang disurvey menyebut saham SK Hynix outperform dan 14 analis merekomendasikannya sebagai pembelian bagus.

Baru-baru ini SK Hynix telah mengumumkan beberapa inisiatif demi bersaing dengan raksasa teknologi, Samsung Electronics dan Micron. Bulan lalu, mereka mengumumkan penyelesaian lini semikonduktor baru yang bisa memenuhi kenaikan permintaan chip penyimpanan data yang digunakan di smartphone Apple dan berbagai tablet.

Aksi ini terwujud setelah SK Hynix mengambil alih L_A_Media Devices sebesar US$ 250 juta untuk memproduksi chip-chip dalam kemasan. Dilaporkan juga bahwa beberapa bulan belakangan SK Hynix mempertimbangkan untuk membeli produsen chip Jepang yang bangkrut, Elpida.


9. Shinhan Financial Group
Kapitalisasi pasar: US$ 18,2 miliar (Rp 163,8 triliun)
Rasio P/E: 6,6

Firma jasa perbankan terbesar di Korea Selatan, Shinhan Financial Group merupakan satu-satunya perusahaan finansial yang masuk dalam daftar ini.

Grup ini didirikan pada 2001 sebagai perusahaan holding untuk 11 anak perusahaan. Beberapa di antaranya adalah Shinhan Bank (nama aslinya Hanseong Bank) yang dikenal sebagai bank pertama di Korea dan Jeju Bank. Grup Shinhan juga punya bisnis manajemen aset dan asuransi jiwa.

Tahun lalu firma ini mengalami guncangan besar melalui penunjukkan chairman baru Hang Dong-woo setelah skandal penggelapan menodai citra Shinhan dan berujung pada pengunduran diri tiga petinggi utama perusahaan. Grup Shinhan juga merupakan satu dari empat bank terbesar di Korea yang saat ini sedang diselidiki oleh pihak otoritas mengenai bagaimana tingkat suku bunga utama ditetapkan.

Para analis pasar memperkirakan Shinhan akan mencatat penurunan laba bersih sebesar 35% di triwulan kedua 2012 dibanding setahun sebelumnya. Perkiraan ini didukung oleh penurunan gain dari penjualan ekuitas dan peningkatan beban administratif yang bisa terlihat di bank-bank seluruh Korea Selatan.

Selama 12 bulan terakhir hingga 10 Juli 2012, saham Shinhan sudah anjlok 23,8%. Namun 23 analis dari 41 yang disurvey Reuters menganggap Shinhan akan outperform, sementara 10 analis merekomendasikan beli dan 8 analis menyarankan untuk tahan.


8. Samsung Life Insurance
Kapitalisasi pasar: US$ 18,8 miliar (Rp 169,2 triliun)
Rasio P/E: 19,6

Samsung Life Insurance merupakan perusahaan asuransi jiwa terbesar di Korea Selatan dengan penguasaan pasar lokal sekitar 26%. Didirikan pada 1957, pertumbuhan perusahaan asuransi ini melesat setelah masuk di bawah payung Samsung Group pada 1963.

IPO Samsung Life Insurance pada 2010 yang berhasil meraup US$ 4,4 miliar melontarkan firma ini ke status sebagai salah satu perusahaan Korea Selatan paling bernilai. Pemegang saham utamanya adalah Lee Kun-hee, pria terkaya di Korsel sekaligus mantan CEO firma induk Samsung Group.

Perusahaan asuransi jiwa ini merupakan jantung dari jaringan shareholding silang Samsung Group yang akhirnya menjadi pertanyaan ketika Lee melawan tiga tuntutan hukum dari anggota keluarganya tentang kepemilikan sahamnya di konglomerasi ini.

Dalam rangka ekspansi ke pasar berkembang, ada beberapa laporan pada Mei lalu bahwa Samsung Life merencanakan bermitra dengan sovereign fund Dubai, Investment Corporation of Dubai untuk menjual asuransi jiwa di Timur Tengah dan Afrika Utara.

Saham Samsung Life hanya turun 3,8% selama 12 bulan terakhir hingga 10 Juli 2012. Inilah penurunan terkecil di antara 10 firma yang masuk daftar ini dan mengalami perubahan persentase negatif dalam setahun. Sekitar 17 dari 31 analis yang disurvey Reuters menganggap saham Samsung Life akan outperform, sementara 12 analis menganggap ini pembelian bagus.


7. Hyundai Heavy Industries
Kapitalisasi pasar: US$ 19,8 miliar (Rp 178,2 triliun)
Rasio P/E: 8,2

Hyundai Heavy Industries Co. merupakan perusahaan perakit kapal terbesar di dunia. Firma ini didirikan pada 1947 sebagai bisnis konstruksi oleh pendiri Hyundai Group Chung Ju-yung. Lalu mereka mulai beralih ke perakitan kapal di tahun 1970an. Pada 1974, firma ini membangun galangan kapal terbesar di dunia.

Pada 2002, firma ini berpisah dari Hyundai Group dan menjadi bagian dari Hyundai Heavy Industries Group yang kini memiliki berbagai anak perusahaan di teknik mesin, alat-alat berat, konstruksi dan energi hijau.

Hyundai Heavy Industries baru-baru ini mengumumkan beberapa kesepakatan besar termasuk pemesanan kapal dari Yunani sebesar US$ 1,2 miliar dan tiga pesanan pembangunan rig migas bernilai total US$ 600 juta.

Perusahaan ini juga berhasil mengumpulkan US$ 614 juta dengan menjual 1,5% dari 3,5% sahamnya di Hyundai Motor bulan ini, menandai penjualan saham terbesar di Korea Selatan di tahun 2012. Namun, tetap saja industri pembuatan kapal global menderita akibat kelebihan suplai dan lemahnya permintaan.

Sejak 12 bulan lalu hingga 10 Juli 2012, saham Hyundai Heavy Industries sudah anjlok sebanyak 46,6%, penurunan terbesar di antara 10 perusahaan yang ada di daftar ini. Namun dari 37 analis yang disurvey Reuters, hanya 1 yang menyarankan untuk jual. Sementara 23 analis lain menilai saham Hyundai akan outperform dan 11 analis merekomendasikan beli.


6. LG Chem
Kapitalisasi pasar: US$ 20 miliar (Rp 180 triliun)
Rasio P/E: 12

LG Chem merupakan produsen kimia terbesar di Korea Selatan sekaligus salah satu supplier baterai mobil terdepan. Perusahaan ini didirikan pada 1947 dengan nama Lucky Chemical Industrial hingga akhirnya merger dengan LG Petrochemical pada 2007.

Ada dua segmen operasi yaitu petrokimia dan materi elektronik seperti baterai yang bisa di-charge ulang untuk ponsel, laptop dan kendaraan listrik. Salah satu pelanggan utama LG Chem adalah General Motors. LG Chem menyuplai baterai untuk plug-in kendaraan listrik hibrida GM, Volt.

Beberapa tahun belakangan, kenaikan harga minyak dan melemahnya permintaan di China telah ‘memukul’ pemasukan LG Chem habis-habisan. Perusahaan ini mencatat penurunan laba triwulan pertama sebesar 45% dibanding setahun sebelumnya. Sementara laba bersih triwulan kedua anjlok 40% menjadi US$ 327 juta.

Saham LG Chem sudah anjlok sebanyak 39,7% dalam 12 bulan terakhir hingga 10 Juli 2012. Namun 26 dari 42 analis yang disurvey Reuters berpendapat LG Chem akan outperform dan 14 di antaranya merekomendasikan beli.

Page 1 2

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed