sejarah pempek

Asal Mula dan Jenis-Jenis Pempek di Palembang

Kalian semua pasti tahu kuliner paling top di Palembang yaitu pempek. Palembang adalah tempat perantauan bagi bangsa Cina. Pempek berasal dari kata “apek” yaitu sebutan bagi keturunan pria tua Cina. Dahulu kala ada seorang pria tua Cina yang tinggal di tepian Sungai Musi. Seorang pria tua ini merasa sangat kasihan karena di Palembang banyak menghasilkan tangkapan ikan namun hanya diolah dengan digoreng dan dipindang. Kemudian pria tua ini mencampur daging ikan yang sudah digiling dengan tepung tapioka dan sagu. Hasil olahannya ini dijual dengan bersepeda keliling kota. Para pembeli yang ingin membelinya memanggil dengan kata “Pek.. Pek..”. Dari sini lah asal mula adanya pempek di kota Palembang ini.

Awalnya pempek itu dibuat dari bahan baku ikan belida. Keberadaan ikan ini menjadi langka dan harganya meroket tinggi. Kemudian untuk penggantinya dipakailah ikan gabus dan toman dan berbagai ikan jenis laut seperti ikan tenggiri dan parang-parang. Pempek yang diolah dari hasil ikan laut ternyata rasanya lebih nikmat dan gurih namun harganya menjadi lebih mahal. Karena bahan baku ikan laut harus didatangkan dari luar Palembang.

Pempek menjadi cemilan sehari-hari bagi masyarakatnya. Hampir setiap hari mereka mengkonsumsinya teutama untuk sarapan di pagi hari. Pempek biasanya disajikan dengan cuko. Cuko adalah campuran dari air gula merah, asam jawa, cabe rawit dan bawang putih. Ada sebagian orang yang menambahakan cuka putih ke dalam cuko. Pempek yang enak apabila tidak disajikan dengan cuko yang enak maka rasanya menjadi tidak pas. Cuko yang enak harus kental, pedas, aromanya kuat dan memiliki rasa asin dan asam yang pas.

Ternyata pempek di Palembang ada berbagai jenisnya loh. Ada sekitar sebelas macam jenis pempek di Palembang. Pempek yang nomor satu di Palembang adalah pempek kapal selam. Pempek ini seperti namanya bentuknya menyerupai kapal selam dengan isi telur ayam. Cukup makan satu saja sudah sangat mengenyangkan. Jenis pempek ini harganya paling mahal dan ukurannya paling besar.

Jenis kedua yaitu pempek lenjer. Pempek ini bentuknya bulat memanjang. Ada dua jenis lenjer besar dan kecil. Ketiga yaitu pempek adaan atau biasa disebut pempek bulat. Pempek ini diolah dengan menggunakan air santan maka rasanya menjadi lebih gurih. Jenis lainnya yaitu pempek telur atau kapal selam mini. Bentuk dan rasanya mirip dengan pempek kapal selam namun ukurannya lebih kecil. Kelima yaitu pempek pistel yang bentuknya mirip dengan kue pastel. Pempek ini terbilang langkah karena sulit ditemui dan dibuat sangat terbatas. Pempek keriting atau pempek kerupuk atau nama lainnya pempek mie adalah jenis pempek lainnya. Pempek ini sangat rumit dalam proses pembuatannya. Pempek jenis ini disajikan tanpa digoreng.

Lalu ada jenis lainnya lagi yaitu pempek kulit, pempek panggang, pempek belah, pempek tahu dan pempek lenggang. Pempek kulit terbuat dari campuran daging dan kulit ikan tenggiri. Pempek panggang dibuat dengan cara dipanggang. Kemudian pempek belah sejenis dengan pempek lenjer namun setelah digoreng dibelah dan dicampur dengan ebi giling, kecap manis dan cabe. Pempek tahu mirip dengan bakso tahu. Dan yang terahkir pempek lenggang yang dibuat dari pempek lenjer yang diiris-iris lalu dipanggang di atas bara api.

Cukup banyak bukan jenis pempek-pempek di Palembang. Bagi yang belum mencoba wajib mencicipi pempek Palembang. Pempek Palembang selain rasanya yang enak harganya pun terjangkau. Kalian bisa memperolehnya dengan datang ke Palembang, menitip kepada kerabat di Palembang maupun mengordernya via online. Jangan sampai terlewat ya mencicipi jenis-jenis pempek Palembang ini. Selamat menikmati ya!

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here