Bandara Sultan Mahmud Badarudin II

Kota Palembang merupakan destinasi bagi wisatawan lokal maupun asing. Keberadaan bandara merupakan kebutuhan yang tidak bisa diabaikan. Bandara menjadi tempat transit bagi penduduk lokal maupun asing. Bandara  sebagai pintu masuk menuju suatu negara atau kota yang mencerminkan kebudayaan dan kemajuan daerah tersebut.

Bandara Udara Sultan Mahmud Badarudin II adalah bandara yang melayani kota Palembang, Sumatera Selatan. Bandara ini berada di Jalan Sultan Mahmud Baddarudin II, Kecamatan Sukarame, Palembang, Sumatera Selatan. Bandara ini dikelola oleh PT Angkasa Pura II. Nama bandara ini diambil dari nama Sultan Mahmud Badaruddin II. Sultan Mahmud Badaruddin II adalah seorang pahlawan nasional Indonesia. Beliau memimpin Kesultanan Palembang Darussalam dalam peperangan melawan VOC pada tahun 1803-1819. Selain diabadikan sebagai nama bandara udara ternyata gambaran wajah beliau diabadikan dalam pecahan RP 10.000,00 sebagai bentuk penghahargaan dari perjuangan beliau. Pecahan uang ini secara resmi dikeluarkan Bank Indonesia pada tanggal 20 Okteober 2005.

Pemerintah berupaya untuk memperbesar kapasitas bandara ini. Setelah pengembangan bandar ini, lalu bandara ini secara resmi telah menjadi bandara bertaraf internasional pada tanggal 1 Januari 1970. Pesawat ini dapat dilandasi oleh pesawat berbadan besar. Bandara ini dikembangkan dengan total biaya Rp 366,7 miliar. Pembiayaannya dikeluarkan oleh Japan Intenational Bank Coperation dan juga dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Landasan pacu merupakan bagain terpenting dari sebuah bandara. Di landasan pacu terjadi proses terbang (take off) dan mendarat (landing) pesawat. Landasan pacu biasanya dilapisi dengan aspal yang dicampur beton supaya sanggup menahan bobot pesawat yang berat setiap harinya.

Awalnya landasan pacu di bandara ini hanya seluas 300 x 60 meter kemudian dikembangkan menjadi 3000 meter x 60 meter. Tempat parkir dibangun pada lahan seluas 20.000 meter persegi dan dapat menampung 1.000 kendaraan. Selanjutnya dibangun gedung terminal penumpang sebanyak tiga lantai dengan seluas 13.000 meter persegi. Gedung terminal ini dapat menampung 1.250 penumpang. Selain itu juga dilengkapi garbata dan terminal kargo dan bangunan penunjang lainnya dengan luasan 1.900 meter persegi.

Pengembangan Bandara Udara Sultan Mahmud Badarudin II ini menghasilkan bandara ini dapat dilandasi oleh pesawat besar seperti Boeing 747 serta Airbus A330 dan sejenisnya. Arus penumpang diperkirakan akan mengalami peningkatan drastis. Rencana lainnya yaitu akan dibangun jalan tol Indralaya-Palembang-Bandara Sultan Mahmud Badarudin II sehingga bandara ini menjadi lebih mudah untuk diakses penumpang.

 

Telah banyak maskapai yang saat ini beroperasi di bandara udara ini. Maskapai-maskapai itu antara lain : Air Asia, Citilink, Garuda Indonesia, Indonesia Air Asia, Lion Air, Silk Air, Sriwijaya Air, Batik Air, Xpress Air, Wings Air dan Jatayu Air.

Bandara ini memiliki fasilitas yang baik diantaranya ATM centre, lost and found, money changer, ruang tunggu, ruang merokok dan fasilitas bandara lainnya. ATM yang terdapat di bandara ini yaitu BCA, BII, CIMB Niaga, Mandiri, BNI, BRI, dan Bank Sumsel Babel. Ruang tunggu di bandara ini ada dua yaitu ruang tunggu domestik dan internasional. Beberapa fasilitas bandara lainnya yang dapat dinikmati yaitu baggage claim, bea cukai, boarding lounge, check in counter, gate, halte transportasi publik, karantina, KKP, meja imigrasi, meja informasi, nursery room, pemesan taxi, safe deposit box, security check point, tempat ibadah, ticketing, toilet, transfer desk, trolley, visa on arrival dan fasilitas umum lainnya. Begitu banyak fasilitas dan kualitas yang ditawarkan sehingga tak heran Bandara Udara Sultan Mahmud Badarudin Ii menjadi bandara bertaraf internasional.

 

 

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here