Siswa cerdas di Inggris cenderung ingin bekerja setelah lulus sekolah. Mereka memilih menghindari kuliah di universitas karena faktanya, pemilik gelar sarjana cenderung susah diterima kerja. Selain itu, mereka juga khawatir akan memiliki utang yang semakin besar jika kuliah.
Ini merupakan hasil riset yang dilakukan The Daily Telegraph. Riset menunjukkan, peningkatan tajam remaja usia 17 dan 18 tahun yang melamar ke perusahaan terkemuka di Inggris, segera setelah lulus dari sekolah.

Hal ini ditemukan pada laporan dari perusahaan Network Rail, Marks & Spencer, Laing O’Rourke, PricewaterhouseCoopers, serta Grant Thornton. Para perusahaan terkemuka ini melaporkan terjadinya kenaikan surat lamaran untuk lulusan sekolah dengan Advanced-Level (A-level) selama musim panas ini.

A-Levels adalah program yang menyiapkan siswa agar bisa diterima di universitas di Inggris. Agar bisa mengikuti program ini, siswa membutuhkan setidaknya lima nilai A, termasuk pelajaran Bahasa Inggris dan Matematika. Program ini berjalan selama 2 tahun terakhir di Sekolah Menengah Atas. Siswa yang lulus dengan nilai ujian A-level yang baik, bisa kuliah di kampus terbaik dunia.

Kenyataan bukan pemilik gelar sarjana yang melamar kerja, membantah klaim bahwa hanya kaum tersebut yang bisa menjalani karier di perusahaan terkemuka.

Universitas memang menjadi harapan sebagian besar siswa di Inggris. Namun kenyataannya, persaingan masuk universitas membuat mereka mencari pilihan lain. Karena itu, para remaja ini mengucilkan universitas karena mereka ingin fokus magang atau mengikuti program pemula untuk lulusan sekolah di beberapa perusahaan. Demikian seperti dikutip dari Telegraph.

Menurut data Asosiasi Perekrut Lulusan (AGR), lebih dari seperempat perusahaan bisnis terkemuka mempekerjakan staf yang direkrut secara langsung dari sekolah. Sementara seperlima perusahaan lainnya sedang mempertimbangkan untuk merekrut kelompok usia ini.

PricewaterhouseCoopers mengaku selama musim panas ini, menerima 1.600 lamaran kerja untuk 100 posisi untuk siswa dengan A-level. Aplikasi untuk posisi ini, yang akan menjadi akuntan dalam empat tahun, meningkat dua kali lipat dalam setahun. Jika dibandingkan pada 2008, jumlah ini meningkat hampir empat kali lipat.

“Siswa dipaksa untuk melihat pilihan berbeda atas masa depan mereka dan universitas, mungkin bukan solusi terbaik. Siapapun yang memiliki minat yang tulus dalam mengejar karier di bidang bisnis memiliki pilihan,” jelas kepala SDM, Gaenor Bagley.

Sementara Network Rail mengaku, menerima 8 ribu surat lamaran untuk 200 posisi program magangnya. Jumlah ini meningkat dua kali lipat dibandingkan pada 2010. Perusahaan menyatakan, permintaan yang tinggi untuk magang disebabkan lulusan universitas kerap tidak mampu mencari pekerjaan setelah lulus.

Sementara Marks & Spencer mengemukakan, surat lamaran dari lulusan A-level, meningkat dari 1.100 pada 2010, menjadi 1.600. Sementara perusahaan akuntan Grant Thornton menerima 700 surat lamaran untuk level pemula.

Hingga saat ini, pemerintah Inggris telah menciptakan lebih dari 100 ribu posisi magang untuk mereka yang berusia 19 tahun. Tahun ini, program tersebut fokus kepada orang muda.

loading...