by

Tokoon.com, Start Up e-Commerce Besutan Indosat

-Lifestyle-81 views

Keamanan dan kemudahan bertransaksi merupakan dua hal yang menjadi fokus Tokoon.com, bisnis layanan e-commerce yang diselenggarakan Indosat Mega Media (IM2) dengan nilai investasi Rp 10 miliar.

Situs e-commerce dengan nama Tokoon.com menjadi andalan baru IM2 setelah tak lagi fokus menggelar layanan broadband 3G yang penyelenggaraannya ditarik ke pusat dan diintegrasikan dengan layanan seluler induk perusahaannya, Indosat.

President Director IM2 Ridwan Firnadi Karsa menjelaskan, perubahan fokus bisnis online ini masih sesuai dengan target pasar IM2 yang kini lebih menyasar kepada segmen usaha kecil menengah (UKM) yang tengah tumbuh pesat di Indonesia.

Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah UKM yang ada di Indonesia diperkirakan lebih dari 17 juta. Para pebisnis UKM ini juga dinilai sebagai pasar yang potensial di tengah perkembangan internet yang penggunanya telah lebih dari 50 juta.

“Tren belanja melalui internet memperlihatkan peningkatan dari waktu ke waktu. Di sisi lain, online shopping membutuhkan tingkat kepercayaan yang tinggi mengingat transaksi terjadi tanpa bertemu. Di Tokoon.com, IM2 menjamin keamanan dan kemudahan transaksi bagi penjual dan pembeli sehingga belanja online pun lebih nyaman,” jelasnya melalui keterangan tertulis, Sabtu (21/7/2012).

Dalam hal keamanan, dilakukan verifikasi terhadap merchant yang produknya tampil di Tokoon.com. Situs ini juga diklaim memiliki fasilitas sistem pembayaran yang mudah dan aman, dimana setiap transaksi harus melewati rekening yang ada di Tokoon.com.

“Untuk pembeli, jelas ini lebih aman karena ada pihak yang akan menjamin keamanan transaksi. Pembayarannya pun fleksibel karena dilakukan melalui transfer bank dan kartu kredit, dan juga mobile wallet,” lanjut Ridwan.

Transaksi juga diklaim lebih nyaman karena tersedia fasilitas otomatisasi penghitungan ongkos kirim dan tracking nomor resi pengiriman. Jadi setiap kali pembeli memasukkan alamat pengiriman maka secara otomatis mengikuti biaya kirim JNE dari produk yang dibelinya.

Bagi penjual, hal ini sangat praktis karena penjual cukup menyediakan akses internet saja. Jika ada pembelian, maka akan ada pihak jasa pengiriman barang yang akan datang untuk mengambil barang ke tempat penjual dan kemudian mengirimkan ke pembeli.

 

Tokoon.com juga sudah terhubung dengan tracking JNE, jadi pihak pembeli dan penjual dapat mengetahui melalui online posisi produk berada dimana selama proses pengiriman produk. Sementara settlement pembayaran akan dikembangkan menjadi hanya dalam waktu H + 1 setelah pembeli mengkonfirmasi penerimaan barang.

Ridwan pun optimistis, e-commerce ini akan tumbuh besar. “Tokoon.com memberikan jaminan produk yang dibeli pasti diterima pembeli dan sesuai dengan yang diinginkan. Penjualnya juga dipastikan aman karena sudah terjaring melalui Kementrian UKM dan sudah di-cross check oleh Tokoon.com,” tukasnya.

General Manajer Adjacent Business Development IM2, Thalhah Fakhrizal mengatakan, saat ini penggunaan internet sudah memasuki tahap menghasilkan uang dengan adanya era e-commerce. Nilai transaksi dari e-commerce di Indonesia, menurutnya telah menyentuh triliun rupiah, yang artinya potensi pertumbuhan pasarnya sangat besar.

“Bedasarkan kenyataan tersebut, kami mencoba memasuki pasar tersebut paling tidak mencari celahnya melalui Tokoon.com ini,” ujar Thalhah yang mengaku tak gentar dengan banyaknya e-commerce yang sudah ada di Indonesia.

“Kami memiliki inovasi dari segi merchant yang ada di toko kami yaitu UKM dengan kekhasan heritage Indonesia yang tentunya dapat membantu memperkenalkan budaya Indonesia,” tuturnya.

Pemilihannya fokus kepada UKM bukan tanpa alasan, menurutnya, UKM mampu menjadi penopang ekonomi bagi sebuah negara sehingga dibutuhkan sebuah media yang mampu mempromosikannya hingga internasional.

“Di berbagai negara maju UKM merupakan pilar utama pertumbuhan ekonomi. Di Indonesia sendiri juga terlihat seperti itu dengan laba kotor yang dimiliki sebuah UKM hingga Rp 100 juta perbulan dan di Indonesia masih banyak UKM yang belum melek Internet,” pungkasnya.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed